Tragedi yang memilukan dan memalukan

Kejadian ini sekalipun sudah terjadi lima tahun yang lalu namun masih segar dalam ingatanku. Geli dan tertawa sendiri ketika aku ingat kejadian itu. Beberapa teman menganggapnya suatu lelucon tapi menurut aku kejadian itu sudah masuk ke ranah musibah. Suatu hari ketika aku bersama team "pencari fakta" sedang menginap di sebuah hotel di bilangan Jalan Malioboro, Jogjakarta. Pagi yang cerah seperti biasa kami bersama team berencana melepaskan lelah keliling kota Jogja. Sebelum berangkat beberapa property sudah disiapkan sebelumnya, antara lain dompet dengan uang secukupnya, jaket pelindung dingin, maklum waktu itu temperatur kota Jogja terasa sangat dingin, kaca mata minusku yang slalu setia menemani, termasuk senjata laras pendekku "Olympus E 500". Persiapan yang lain sebagaimana kebiasaanku di barak dulu, semua terasa sudah lolos check list. Kami pun bergegas meninggalkan kamar hotel itu diiringi dengan rasa semangat untuk refreshing. Teman satu team kami keluar dulu dari kamar dan sayapun menyusul lalu memastikan bahwa kamar tlah terkunci. Perjalanan kami dari pintu kamar menuju pintu tangga Lift yang berjarak sekitar 10 Meter terasa sangat enjoy dan percaya diri banget. Terlebih dengan segala perbekalan yang terasa sudah lengkap, dengan harapan perjalanan nantinya mengasyikkan. Nah, tragedi itu terjadi ketika kami bersama team baru saja memasuki pintu lift dan berencana menekan tombol "G". Tiba-tiba saya dikejutkan oleh rasa dingin kaki saya ketika menginjak lantai keramik karena sebelumnya selalu menginjak karpet, nyeesss... Masya Allah ternyata kakiku masing telanjang, alias nyeker, alias gak pake sandal/sepatu. Spontan temen satu teamku menarik tanganku keluar dari pintu lift sembari tertawa terpingkal-pingkal dan terus terpingkal-pingkal sampai batuk-batuk segala. huaha ha ha ha.......... Sayapun bergegas kembali kekamar hotel sebelum orang-orang pada tahu, kan malu dan sangat memalukan. Saking mirisnya kejadian itu sayapun sampai lupa dengan nomor kamar tempat kami nginap. Sementara temen satu Teamku terus terpingkal-pingkal. Puasss!!!! puas!!!! dalam hatiku. Dari kejadian itu salah satu hikmah yang ku petik ternyata temen satu teamku itu suka "bersenang-senang diatas penderitaan orang lain". Betapa tidak, wong sepanjang perjalanan keliling kota Jogja dia selalu tertawa ngikik, terlebih mungkin melihat muka ku yang culun ini kali yaa. Orang lagi kena musibah malah diketawain, dasar............!!! Hehe..

Tidak ada komentar:

Tragedi yang memilukan dan memalukan

Kejadian ini sekalipun sudah terjadi lima tahun yang lalu namun masih segar dalam ingatanku. Geli dan tertawa sendiri ketika aku ingat kejad...